berita
- By
- 13 Jun 2022
- 1026
Daun sendok (Kiurat)
Daun
sendok adalah tanaman kebun dari famili Plantaginaceae yang berbentuk kumpulan
daun berbentuk menyerupai sendok.
Nama-nama
lokal:
Terdapat
banyak nama lokal untuk jenis tanaman ini, nama terbanyak ditemukan di Jawa
yakni Ki urat ceuli, ceuli uncal (bahasa Sunda); meloh kiloh, otot-ototan,
sangka buwah, sangka buah, sangkuwah, sembung otot, suri panduk (bahasa
Jawa). Di Sumatra dikenal sebagai daun urat, daun urat-urat, ekor angin, dan
kuping menjangan (bahasa Melayu), sedangkan di Sulawesi disebut torongoat
(bahasa Minahasa, Sulawesi Utara).
Pemerian
dan ekologi[sunting
Anggota
suku kiurat-kiuratan ini merupakan tanaman gulma di perkebunan teh dan karet,
atau tumbuh liar di hutan, ladang, halaman berumput yang agak lembap sampai
ketinggian 3.300 m di atas permukaan laut.
Daun sendok berasal dari daratan Asia dan Eropa, tumbuh tegak dengan
tinggi sekitar 15 cm - 20 cm, daunnya tunggal berwarna hijau dengan
bentuk bulat telur melebar dengan ukuran panjang 5 cm - 10 cm, lebar
4 cm - 9 cm, tepi daun rata atau bergerigi kasar tidak teratur.
Manfaat
Sebagai
tumbuhan obat, daun sendok dapat digunakan sebagai anti radang, melancarkan air
kemih, peluruh dahak, menghentikan batuk, memperbaiki penglihatan dan
menormalkan aktivitas hati yang berlebihan. Kandungan kimia daun sendok
diantaranya flavonoid dan polifenol, disamping itu daunnya mengandung vitamin C,
asam sitrat dan tanin. Kandungan tanin
pada daun sendok diperkirakan mempunyai efek sebagai adstrigen sehingga dapat
mengurangi diare dengan menciutkan selaput lndir usus.

