berita
- By
- 10 Jun 2022
- 854
Pohon asoka
Pohon asoka adalah pohon yang dianggap suci oleh agama Hindu.[1] Pohonnya
akan mengeluarkan harum pada malam hari di
bulan April dan Mei setiap tahunnya.[1] Pohon tanaman
ini sering diasosiasikan dengan cinta dan kesucian.[1] Di Indonesia,
dikenal dua jenis bunga asoka, yakni pohon asoka yang tumbuh
menjulang tinggi tanpa ranting atau disebut juga glodokan
tiang (Polyalthia Longifolia) dan asoka biasa (Polyalthia sp.) yang
memiliki ranting dan berdaun runcing.[1] Biasanya tanaman ini digunakan
untuk penghijaun maupun tanaman hias.[2] Orang-orang Eropa sering
menyebut tanaman ini Flame of
the Wood atau api dari hutan karena warna
bunganya yang cerah serta mencolok layaknya api.[3]
Tanaman asoka berbunga ketika menjelang musim
hujan tiba.[4] Bunganya dapat bertahan selama 3-4 bulan dan
biasanya untuk memperbanyak tanaman ini, sang pemilik akan melakukan
pencangkokan atau lewat biji langsung.[4] Untuk perawatannya sendiri,
bunga tanaman ini cukup dipupuk sekali selama 3 bulan.[5]
Bunganya dapat digunakan untuk mengobati disentri
hemoragik dengan cara ditumbuk halus serta dicampur air, kemudian
bunga ini juga bisa dipakai
sebagai obat bagi orang yang haidnya tidak
teratur,dan dapat mengobati luka memar dengan meminum air rebusan
dari bunga asoka yang ditambah bunga mawar kering
dan umbi daun dewa.[6]
Bentuk Tanaman
Pohon asoka atau yang mepunyai nama Latin Saraca
Indica adalah pohon yang mana bunganya tumbuh pada cabang-cabang
besar.[7] Bunganya tumbuh secara bergerombol dan berderet
dengan benang sari yang mencuat keluar seperti kembang api.[7]
Untuk warnanya, pohon ini sering kita jumpai dengan bunga
warna kuning, jingga, bahkan merah.[7] Asoka memiliki
batang yang keras dengan tinggi yang dapat mencapai 7 meter, sedang
daunnya majemuk dan berbentuk oval berujung lancip.[7]

