berita
- By
- 10 Jun 2022
- 1316
Lili ambon/Si Kudip
Disematkan kata Ambiona karena
spesimennya diambil dari Ambon, namun bukanlah endemik Ambon, karena juga
ditemukan di Malaysia, Philippine, Thailand, Kepulauan Bismark
(Pasifik), Vanuatu, Papua Nugini, Queensland, dan Australia
Barat. Di Indonesia, selain di Maluku, bakung ini juga ditemukan di
Sulawesi, Bali, Lombok, Timor, dan Papua.
Daun Cardwell Lily tidak mempunyai ciri khas daun keluarga
bakung-bakungan. Umumnya spesies dalam Family Amaryllidaceae memiliki
bentuk daun linear, memanjang, atau seperti pita dengan seludang yang
melebar. Tapi tidak dengan daun Lily Ambon yang bentuknya
mirip dengan daun keladi (heart shaped). Permukaannya beralur sangat
dalam tetapi tetap halus, licin, serta mengkilap yang ditopang oleh seludang
yang memanjang dan tebal. Bunganya juga tidak wangi. Berbeda juga dengan
anggota Nargis family lainnya yang memiliki aroma harum,
terutama pada malam hari. Begitu juga dengan masa mekarnya yang dapat mencapai
7 – 10 hari. Sedang umumnya bunga bakung hanya sehari saja mekarnya. Biasa
mekar sekitar bulan Desember – Januari. Namun dengan kondisi saat ini yang mana
perubahan musim tidak dapat diduga, bulan mekarnya bunga Bakung Ambon Manise
ini juga tidak dapat diduga. Setahun dapat berbunga dua kali yang mana per
tandannya dapat menyangga hingga 18 kuntum (ada yang sampai 24 kuntum). Namun
biasanya Northern Christmas Lily hanya mekar antara 10 – 12
kuntum saja.
Manfaat
Kelompok penyakit/penggunaan
keluarga berencana dapat memanfaatkan umbi tumbuhan si kudip (Proiphys
amboinensis) sebagai bahan obat tradisional. Umbi si kudip (Proiphys
amboinensis) direbus, dari tiga gelas air menjadi satu gelas air, lalu minum
tiga kali sehari. Sebaiknya rebusan obat tersebut diminum oleh pasangan suami
istri. Menurut Ong (2006), daun si kudip (Proiphys amboinensis) dapat mengobati
rematik dan umbinya dapat mengobati muntah dan sebagai penawar racun

