- By
- 10 Jun 2022
- 834
Talas
Talas, keladi, atau seratah (Colocasia
esculenta L.) adalah tumbuhan penghasil umbi-umbian yang cukup
penting. Tanaman ini berasal dari suku talas-talasan atau Araceae. Diduga asli
berasal dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian selatan, talas diperkirakan telah
dibudidayakan manusia sejak zaman purba, bahkan pada zaman sebelum padi ditanam
orang.[4] Kini talas telah menyebar ke berbagai belahan dunia,
termasuk India, Tiongkok, Afrika Barat dan Utara, dan Hindia Barat.[4] Talas merupakan makanan pokok,
selain sukun, di beberapa kepulauan di Oseania. Di Indonesia, talas populer
ditanam di hampir semua daerah.
Manfaat
Talas terutama ditanam untuk dimakan
umbinya, yang merupakan sumber karbohidrat yang cukup
penting. Namun umbi ini mengandung getah yang gatal, yang berbeda-beda
ketajamannya menurut jenisnya, sehingga harus dimasak terlebih dulu sebelum
dapat dikonsumsi. Memakan talas tak boleh berlebihan, karena ia mengandung
getah yang mengakibatkan gatal. Terlalu banyak memakan talas menimbulkan
rasa begah dan gangguan pencernaan.[7] Umbi talas dapat diolah dengan
cara dikukus, direbus, dipanggang, digoreng, atau diolah menjadi tepung, bubur, dan kue-kue.
Penanaman & macam-macamnya
Diketahui ada 4 macam talas
·
Talas pandan: baunya ibarat pandan wangi kalau sudah
direbus. Ciri-cirinya, berwarna sedikit ungu, dan pangkal pelepahnya berwarna
agak merah.
·
Talas ketan: agak lekat (lengket) seperti ketan
saat sudah direbus. Warnanya hijau muda, dan kerap membuat anakan banyak
sekali. Talas ketan yang dikenal dengan nama talas bogor atau talas
lambao adalah hasil seleksi Balai Penelitian Pertanian di Bogor, yang
dulu dikenal dengan nama Algemene Proefstation de Landbouw.
·
Talas banteng: besar umbinya, tetapi sayang, tidak
enak rasanya. Talas ini tangkainya warna ungu.
·
Talas lahun anak: talas ini punya banyak anakan, tetapi
sayang, kecil-kecil ukurannya.

